satrio_welang
April 14th 1982  (Age 37)
Male
Denpasar
TEATER SASTRA WELANG IS BALI BASED THEATER WHICH HAS VISSION TO EMPOWER PEOPLE THROUGH ART SCENE ESPECIALLY THEATER AND LITERATURE
   

<< March 2020 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Internet Sehat

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, March 21, 2020
AWARDING NIGHT - SAWMA MOVIE AWARDS 2017

Usai sudah rangkaian panjang program Sawma Movie Awards 2017 yang dibesut Teater Sastra Welang Bali. Dalam Awarding Night yang digelar pada Sabtu, 9 September kemarin, Dewan Juri yang terdiri Dwitra J Ariana, Henny Santi dan Moch Satrio Welang menyerahkan hasil keputusan para penerima piala sawma untuk dibacakan. Dari sepuluh piala yang dibagikan, Film Penantian produksi Artmosphere Bali berhasil menggondol piala terbanyak, yakni empat piala termasuk piala tertinggi yakni Film Terbaik. Film yang disutradarai dan diperankan oleh Yudi Darmawan ini menyabet kategori penulis naskah terbaik ( Yudi Darmawan dan Eka Widya Putra), piala Aktris Terbaik ( Yolanda Zara) dan Piala Penata Suara Terbaik ( Jigo Palawara). Sementara piala sutradara terbaik direbut oleh Agus Ulantara dalam film Hitam produksi Quito Art Project yang juga merebut piala Sinematografi Terbaik ( Febri Putra Pradnyan). Teater Jineng Tabanan dalam film Di Balik Tirai Prada pun meraih dua piala sawma untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik ( Ayu Putu Supriadi) dan Pemimpin Produksi Terbaik ( Arya Dwi Maheswara). Sedangkan Piala Aktor Terbaik tahun ini direbut oleh Yudi Darmawan yang juga bermain dalam film lain berjudul Harmoni produksi ATM Bali. Bongols Production dalam film Beda berhasik merebut satu piala yakni Aktor Pendukung Terbaik (Brian Niscita). Pada malam penganugerahan tersebut digelar parade teater fashion show yang membawakan ke sepuluh piala sawma sebelum dibagikan pada para pemenang. Acara dimulai dengan meet up the jury, menghadirkan Dwitra J Ariana dan Henny Santi dalam diskusi mengenai film film yang dilombakan dan juga seluk beluk proses pembuatan film yang memang tidak mudah. kendala yang dihadapi beberapa peserta adalah tampak tergesa-gesa dalam penggarapan film dan tidak maksimal melakukan observasi mendalam mengenai naskah dan eksekusi proses pengambilan gambar di lapangan. Namun dengan beberapa catatan kelemahan, Dewan Juri, Dwitra J Ariana merayakan lahirnya komunitas komunitas baru dalam proses kreatif pembuatan film, jika dilihat sebagian besar peserta berangkat dari komunitas teater dan sastra. Malam puncak Sawma Movie Awards 2017 pun dimeriahkan oleh penampilan Bayu Cuaca, Henny Santi, Eba Ayu Febra, Judicial Review, komunitas Senja, Richelle dan Krisna The Actors, pentas tari kontemporer oleh Komang Adi Pranata dan lain-lain. Acara tampak lebih meriah dengan kehadiran sesepuh teater Bali, Abu Bakar beserta Istri dan juga kehadiran Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta berserta Istri. Daftar Pemenang Sawma Movie Awards 2017 1. Film Terbaik : Penantian ( Artmosphere Bali) 2. Sutradara Terbaik : Agus Ulantara (Film Hitam, Produksi Quito Art Project) 3. Aktor Terbaik : Yudi Darmawan ( Film Harmoni, Produksi ATM Bali) 4. Aktris Terbaik : Yolanda Zara ( Film Penantian, Produksi Artmosphere Bali) 5. Aktor Pendukung Terbaik : Brian Niscita ( Film Beda, produksi Bongols) 6. Aktris Pendukung Terbaik : Ayu Putu Supriadi ( Film Dibalik Tirai Prada, produksi Teater Jineng) 7. Penata Suara Terbaik : Jigo Palawara ( Film Penantian, produksi Artmosphere Bali) 8. Sinematografi Terbaik : Febri Putra Pradnyan ( Film Hitam, produksi Quito Art Project) 9. Penulis Naskah Terbaik : Yudi Darmawan dan Eka Widya Putra ( Film Penantian, produksi Artmosphere Bali) 10. Pemimpin Produksi Terbaik : Arya Dwi Maheswara ( Film Di Balik Tirai Prada, produksi Teater Jineng)

Posted at 11:46 am by satrio_welang
Make a comment  

Thursday, April 27, 2017
Video Klip Keberangkatan - Risma Putri

Video Perdana Erik Lehnsherr Arts diluncurkan

Dalam proses panjang di jalur seni, akhirnya Teater Sastra Welang meluncurkan divisi terbarunya dalam bidang pembuatan video art bertajuk Erik Lehnsherr Arts. Visi dan misi Erik Lehnsherr Arts memperkenalkan karya – karya sastra puisi dalam bentuk video klip yang dirasa memiliki jangkauan lebih luas untuk sampai kepada publik. Dengan mengadopsi gaya yang bernafas teaterikal dari kostum dan tata rias, Erik Lehnsherr Art menggarap lagu perdana berjudul Keberangkatan yang dinyanyikan oleh Risma Putri, diambil dari album musikalisasi puisi Teater Sastra Welang yang baru baru ini diluncurkan, Instalasi Bulan dan Matahari.

Lagu ini merupakan puisi yang ditulis oleh pegiat teater Moch Satrio Welang, dan diaransemen indah oleh musisi Heri Windi Anggara. Risma Putri sebagai penyanyi membawakan lagu ini dengan kharakter suaranya yang khas wanita Jawa. Tampil dalam balutan busana karya perancang Aleksander, Risma Putri tampil dalam balutan gaun merah merona dihias dengan mahkota rantingnya. Video klip ini juga diperkuat oleh penampilan penari kontemporer Micico Andrilla yang mengintreptasikan lagu keberangkata dalam bentuk tarian. Video yang disutradarai sendiri oleh Moch Satrio Welang yang saat ini bernama pena Erik Lehnsherr. Ia   memboyong anak – anak muda kreatif dalam pembuatannya seperti  Eka Widya Putra, Angga Wepe juga Lalu Adi Sianturi yang melalukan pengambilan gambar di kawasan hutan dan pantai tersembunyi, di Uluwatu.

Dalam siaran persnya, Erik Lehnsherr menyatakan kegembiraan atas diluncurkannya video klip berbasis puisi ini. Besar harapannya di masa masa mendatang, barisan karya sastra yang selama ini dianggap berada di jalur sunyi, lebih dapat dijangkau dan dinikmati masyarakat luas baik melalui media televisi maupun sosial media lainnya. Berikut petikan puisi Keberangkatan, Lihatlah kehidupan/biji padi tertanam/lalu lumpur hujan/ mengotori menumbuhkan/ mengigillah bunga padma/ dalam kabut doa/ dalam gelincir embun/dan matahari pulang / ke hening laut.

Posted at 09:06 pm by satrio_welang
Make a comment  

Friday, September 09, 2016
OPERET ANAK KINI BERSERI JUNIOR

KINI BERSERI JUNIOR PENTASKAN TIKUS TIKUS NAKAL Dalam perhelatan kesenian anak Bali Rare Festival yang kedua, pemerintah kota Denpasar, ( 6 - 7 Agustus 2016 ) kelompok Teater Kini Berseri pun turut mengambil bagian. Melalui Kini Berseri Junior, mereka mementaskan operet anak berjudul "Aduh Tikus Tikus Nakal Sekali" Garapan ini melibatkan 10an anak gabungan anak TK dan SD di denpasar. Mereka anak anak energik digembleng oleh Teater Kini Berseri hampir sebulan lamanya. Proses kreatif yang melibatkan anak anak tentunya tidaklah mudah. Atas arahan para pelatih yakni Indra Parusha, mereka tampil gerr yang menghibur ratusan anak anak dan penonton yang hadir dalam bali rare festival tersebut. Pentas Operet sejatinya permainan padu antara seni pemeranan, tari dan musik. Adegan koreografi sendiri digarap oleh koreografer tari anak, Rahajeng Kisna yang sangat menyegarkan pementasan. Aduh Tikus Tikus Nakal Sekali diperankan oleh Putri sebagai tokoh anak yang kehilangan makanan karena dicuri tikus, Wulan sebagai Ibu, tikus tikus nakal diperankan oleh Luna, Sandi dan Alvira, sementara peran kucing garong dimainkan oleh Alvin. Tampil sebagai pemimpin tari kabaret anak adalah Divya dan Cintya. Dalam pementasan yang penuh kelucuan dan hingar bingar ini, sesungguhnya Teater Kini Berseri ingin menanamkan rasa saling menyayangi, bahkan kepada sosok tikus tikus nakal tersebut. Untuk mengusir tikus tidak perlu sampai membunuhnya, cukup memelihara kucing yang akan menghalau keberadaan tikus tikus pencuri. Pesan sederhana yang dikemas dalam pementasan operet segar setidaknya lebih mudah diterima anak anak dengan memasuki dunia mereka. Apalagi seirama dengan misi pemerintah kota denpasar melalui Bali Rare Festival bahwa denpasar adalah yang kota yang ramah anak. Kota yang memberi ruang bermain pada anak, membuka kreatifitas yang penuh ragam.

Posted at 11:00 pm by satrio_welang
Make a comment  

FILM ANYAR DADI REZA PUJIADI

DADI REZA GARAP FILM KOMEDI SATIR PUISI Sineas dan sutradara teater Dadi Reza Pujiadi kembali dalam proses produksi film terbarunya. Kali ini ia menggali kisah yang terinpirasi dari buku kumpulan puisi karya Nuryana Asmaudi SA bertajuk Doa Bulan untuk Pungguk yang diluncurkan di Bentara Budaya Bali, Kamis, 25 Agustus 2016. Film pendek yang berjudul sama ini bertema sentral kehidupan tokoh penyair bernama Pungguk yang diperankan langsung oleh Dadi Reza Pujiadi. Ia berupaya mengeksplorasi adegan dan kisah yang berangkat dari kehidupan suka duka sosok penyair dalam keseharian. Pergulatan sosok Pungguk dalam mencari kesejatian hidup, diwarnai dengan beragam kisah kocak dan satir pada tokoh- tokoh yang dihidupkan dalam karya film ini. Tak tanggung - tanggung Dadi Reza menggandeng para aktor teater untuk membintangi film ini, tampak di antaranya aktor Hendra Utay, Moch Satrio Welang, Achmad Obe Marzuki, Mpol Indra Purnama, Risma Putri, Sinjang, Yongki, Pak Kelik dll. Hendra Utay sendiri berperan sebagai Bang Dongki, seniman sekedar yang lontang lantung tidak jelas, berkawan dengan Winona, banci salon yang memiliki banyak impian dan kekonyolan, lalu ada I Kolok ( Yongki), pemuda gagap yang kocak, Cepol diperankan oleh Mpol Indra Purnama , potret anak muda yang gemar bersenang senang dengan minum minuman keras  dan tokoh Kimung ( Achmad Obe Marzuki), sosok pemuda lontang lantung yang digambarkan sok puitis melebihi penyair aslinya. Film ini juga menghadirkan Risma Putri yang memerankan sosok Bulan, kekasih Pungguk yang kerap ditampilkan mengalami banyak ketertekanan batin. Tak ketinggalan dua tokoh pendukung yakni Cak Sugih diperankan oleh pelukis Cak Sinjang Poer dan tokoh seniman tua yang diperankan oleh Pak Kelik. Film produksi Dadidoc Picture ini mengambil tema sentral kehidupan penyair dalam pergulatan hidup di tengah zaman yang semakin menindas ini, proses pencarian jati diri dan kesejatian kehidupan, kesulitan ekonomi menjadi salah satu isu yang mewarnai adegan menjadikan film ini komedi sekaligus satir. Sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, Dadi Reza menambahkan beberapa adegan romantik yang puitik antara tokoh Pungguk dan Bulan yang menjadi tulang punggung cerita. Film yang berdurasi 20 menit ini diwarnai banyak dialog yang menampilkan puisi puisi karya Nuryana Asmaudi SA dalam buku 'Doa Bulan untuk Pungguk', sementara soundtrack filmnya sendiri ditulis oleh Moch Satrio Welang dalam puisi 'Keberangkatan' yang diaransemen apik oleh Heri Windi Anggara dan dinyanyikan oleh sang pemeran utama wanita, Risma Putri. Adalah Tio Prasetyo, sineas muda yang didapuk menjadi cameraman dalam Film yang mengambil durasi syuting selama 10 hari ini. Film ini pun rencanakan akan didaftarkan untuk berlaga di ajang Festival Film Indonesia 2017 untuk kategori Film Fiksi Pendek.  

Posted at 10:59 pm by satrio_welang
Make a comment  

TEATER SASTRA WELANG RILIS ALBUM

Teater Sastra Welang siapkan album puisi Instalasi Bulan dan Matahari Aktor teater Moch Satrio Welang kembali masuk dapur rekaman untuk penggarapan album musik puisi teater sastra welang yang kedua, bertajuk Instalasi Bulan dan Matahari. Puisi - puisi yang diaransemen secara apik oleh Heri Windi Anggara dan Wendra Wijaya ini melibatkan banyak komunitas, diantaranya teater Sadewa, Teater La Jose, Teater Ombak,  Teater Sangsaka juga didukung oleh Ruang Singgah, Band D'Odah, dan penyanyi meditatif Dewi Pradewi, Dwi Monita Sari, Nova, Mpol, Legu dan Devi Anjani. Tampil sebagai vokal utama, Risma Putri, penyanyi yang telah bergelut dalam dunia musikalisasi puisi hampir 10 tahun ini. Risma memiliki kharakter suara khas mencerminkan suara wanita Indonesia yang tenang, dalam dan indah. Puisi puisi dalam album ini ditulis sendiri oleh Moch Satrio Welang dalam proses pengembaraanya di tengah samudra selama tiga tahun belakangan ini. Puisi puisinya yang berjudul Keberangkatan, Perjalanan Dingin, Percakapan Malam dan Perang menggambarkan suasana magis kehidupan yang sejatinya mengembalikan diri kepada alam dan pencipta, termasuk puisi bertajuk Peri Kecil Angeline yang diaransemen indah oleh Komang Adi Wiguna. Dalam album ini, arranger puisi musik handal Wendra Wijaya dari  kelompok Ruang Singgah menggarap secara luar biasa tiga lagu yakni Perang karya Moch Satrio Welang, Dalam Diriku karya penyair Sapardi Djoko Damono dan Gendingan Buung karya penyair Tatukung. Sementara Heri Windi Anggara, yang kerap mengantarkan berbagai kelompok teater menjuarai lomba musikalisasi, menggarap puisi Keberangkatan, Perjalanan Dingin dan Percakapan Malam. Puisi Perjalanan Dingin itu sendiri dipersembahkan kepada pegiat teater Elvis Parluxtond yang telah berpulang beberapa waktu silam. Teater Sadewa pun memperkuat album ini dengan membawakan satu puisi bertajuk Di Musim yang Lain, Aku Kembali karya Ulfatin Ch dengan aransement memukau Heri Windi Anggara. Keseluruhan album ini diperkuat dengan alunan biola menyayat oleh Victoria Agatha yang kerap terlibat dalam proses penggarapan album musik puisi di Bali.  Proses pengambilan suara album ini  dilakukan di Antida Sound Garden yang sudah dikenal luas kerap mendukung proses proses kreatif anak muda di Bali. Teater Sastra Welang berharap dapat memberikan semangat berkarya kepada generasi muda khususnya pecinta puisi untuk selalu menyuarakan nilai nilai kehidupan dan kemanusiaan dalam bentuk kreasi karya sastra dan lagu. "Diharapkan album Instalasi Bulan dan Matahari ini dapat diterima masyarakat yang lebih luas sehingga pesan pesan kehidupan melalui balutan puisi dan musik dapat sampai, sehingga orang lebih mencintai kehidupan,"papar Moch Satrio Welang selaku produser di sela sela proses rekaman.

Posted at 10:57 pm by satrio_welang
Make a comment  

BERITA ACARA SIWA NATARAJA 2 TEATER SASTRA WELANG BALI

BERITA ACARA SIWA NATARAJA 2 - TEATER SASTRA WELANG BALI CATATAN DEWAN JURI Catatan untuk kategori puisi: (1) naskah-naskah yang dipilih setidaknya menunjukkan usaha penulisnya untuk menggunakan piranti-piranti sastra yang ada, meskipun tidak sepenuhnya maksimal. Selain itu (2) puisi-puisi yang dipilih setidaknya menunjukkan usaha untuk tidak melulu terjebak ‘curhat’, dan (3) naskah yang dipilih tersebut umumnya menunjukkan perhatian penulisnya pada diksi, yang setidaknya membuat puisi-puisi mereka bisa dibaca dengan lain cara. Catatan untuk kategori untuk cerita pendek, sama halnya dengan puisi, tidak mudah mencari 10 besar. Maka hanya dipilih 8 naskah manuskrip : (1) karena sebagai cerita pendek, umumnya kedelapan naskah ada kesadaran atas pemilihan plot, karakter, dll sehingga cerita-cerita mereka tidak ‘lepas’ begitu saja. Selain itu, (2) faktor penggunaan bahasa yang cukup baik dalam membangun narasi, serta (3) pemilihan tema cerita yang menarik dapat ditemukan dalam kedelapan naskah manuskrip yang dipilih tersebut. Berdasarkan sidang Dewan Juri Siwa Nataraja 2 yakni Afrizal Malna, Oka Rusmini dan Moch Satrio Welang, maka dengan ini Dewan Juri menetapkan Pemenang dan Nominator Sayembara Sastra Siwa Nataraja 2 sebagai berikut : 1. MANUSKRIP PUISI PEMENANG : AKU INGIN JADI BULAN karya Ni Putu Rastiti NOMINATOR : - Sajak Penghuni Surga karya Wawan Kurniawan - Rabu dan Biru karya Stebby Julionantan - Lukisan Cahaya karya Ni Putu Rastiti - Janaloka karya Chusnul Chotimah - Ziarah Kecil karya Arkhelaus Wisnu Triyogo 2. MANUSKRIP CERPEN PEMENANG : POHON MERAH karya Ni Putu Rastiti NOMINATOR - Hanya Sebuah Dongeng karya Abdul Mukhid - Batu Yang dililit Ari karya Mufidz At-thoriq S. - Bangkung Buang karya Gede Aries Pidrawan 8 BESAR - Kampung sebelah karya Mufidz At-thoriq S. - Kado Tanpa Nama karya Livia Hilda - Requiem Perempuan karya Dini Meditria - Cermin Tuan Kafka karya Wawan Kurniawan Demikianlah pengumuman ini dibuat, selamat kepada para pemenang dan nominator, diharapkan menghubungi panitia di nara hubung 081353356702. Maju terus sastra Indonesia! Denpasar, Bali, 10 September 2016 Ttd DEWAN JURI SIWA NATARAJA 2 AFRIZAL MALNA OKA RUSMINI MOCH SATRIO WELANG Endorsement Karya Pemenang — Ni Putu Rastiti  dalam "Pohon Merah "— Rastiti selalu memiliki ide-de yang cukup “cantik” untuk dikemas. Menjadi sebuah cerita. Kadang terlihat surealis, kadang realis. Kadang tenang. Kadang penuh onak. Mungkin karena secara disiplin ilmu dia seorang perawat yang banyak bersentuhan dengan pasien di RSJ. Membaca cerita-ceritanya ini mengingatkan saya pada kegilaan sekaligus keliaran film-film Park Chan-wook. Cerpen-cerpen dalam buku ini juga banyak yang menarik secara ide, tetapi masih perlu editing yang ketat sehingga bisa makin matang dan indah dinikmati. ---- Cukup mengejutkan, banyak juga puisi yang menarik dalam buku ini. Seperti halnya dalam prosa masing-masing penyair dalam buku ini memang belum memiliki ciri khas yang matang. Yang menggembirakan, tema-tema yang diusung cukup menarik untuk dikemas lebih dalam lagi. Oka Rusmini - Novelis

Posted at 10:53 pm by satrio_welang
Make a comment  

Tuesday, July 28, 2015
BERITA ACARA PEMENANG SAYEMBARA SIWA NATARAJA 1 TAHUN 2015

I. PEMBUKA

Sayembara Sastra Nusantara SIWA NATARAJA merupakan program yang digelar oleh Sastra Welang Pustaka, divisi penerbitan sastra Teater Sastra Welang Bali. Sebagai program yang dirancang tahunan, Siwa Nataraja merupakan sayembara manuskrip ( kumpulan karya ) yang dibagi menjadi dua kategori yakni manuskrip puisi dan manuskrip cerpen. Berikut ini berita acara pemenang Siwa Nataraja Awards I.


II. ISI


2.1 SIWA CERPEN

 

Untuk kategori manuskrip cerpen, tahapan yang dilalui oleh para peserta adalah sebagai berikut : 

1. Per 12 Januari 2014 Panitia Siwa Nataraja 1 menerima kiriman manuskrip melalui surat elektronik sebanyak 112 manuskrip.

2. Dari 112 manuskrip kemudian diadakan penyeleksian oleh kurator Moch Satrio Welang yang menghasilkan 26 manuskrip cerpen yang lolos menuju Ring 2 Siwa Nataraja. Penilaian berdasar pada struktur cerita, penggunaan bahasa, pengolahan ide, teknik bercerita dan pesan yang ingin disampaikan.

3. Panitia mengumumkan peserta yang lolos Ring 2 untuk mengirimkan manuskrip dalam bentuk hardcopy rangkap 4 untuk dewan juri Siwa Nataraja. Per 10 April 2015, dari 26 manuskrip yang lolos, panitia menerima kiriman 19 manuskrip dalam bentuk hardcopy, yang kemudian diserahkan kepada dewan juri manuskrip cerpen.

4. Dewan Juri Manuskrip Cerpen Siwa Nataraja 1 yang terdiri dari Cok Sawitri, Damhuri Muhammad dan Moch Satrio Welang menentukan nominator dan pemenang manuskrip cerpen.

 

 

2.1.1  CATATAN PENJURIAN MANUSKRIP CERPEN  


Tidak gampang menentukan pemenang lomba dari sejumlah manuskrip kumpulan cerita, yang sebelumnya telah diseleksi oleh panitia Siwa Nataraja Award 2015. Dalam setiap manuskrip yang rata-rata menghimpun 3-5 cerita, bisa jadi ada 1 atau 2 cerpen yang memenuhi kualifikasi untuk terpilih sebagai pemenang, tapi sisanya bisa saja cerpen-cerpen yang bahkan untuk dipilih sebagai nominator saja hampir tidak mungkin. Oleh karena itu, sebenarnya jauh lebih gampang memilih cerpen yang berdiri sendiri ketimbang memilih draft buku antologi cerita pendek di mana mutu dan pencapaian masing-masing cerpen tidaklah bisa sama, dan tidak mungkin pula diukur secara rata-rata.


Kesulitan semacam ini menjadi bagian penting dari kerja penjurian Siwa Nataraja kategori cerpen. Cerpen-cerpen dalam setiap manuskrip, sebagian besar memang memperlihatkan upaya-upaya eksperimental, baik secara tematik maupun dari aspek teknik penyajian cerita. Namun, hampir semuanya tidak berhasil mengeksekusi kisahnya hingga penyelesaiannya akhirnya terasa datar,  dan jauh aspek dramatik yang mengejutkan.


Begitu pula dengan ungkapan-ungkapan prosaik yang digunakan oleh para penulis. Dalam beberapa cerpen terasa begitu menonjol, kuat, dan tajam, tapi sebagian besar cerpen terasa hambar bahkan sangat verbal. Berangkat dari kesulitan-kesulitan itu, maka kriteria atau parameter yang paling aman untuk memutuskan manuskrip kumpulan cerpen yang paling unggul adalah keterampilan berkisah.  Itupun bukan berarti semua cerpen dalam manuskrip yang terpilih sebagai pemenang, telah memenuhi kriteria tersebut. Adapun yang sungguh-sungguh memenuhi kualifikasi tersebut paling banyak hanya 3 cerpen untuk setiap manuskrip.


Berangkat dari situlah, kami bersepakat untuk memutuskan bahwa pemenang Siwa Nataraja Award 2015 sebagai berikut :


PEMENANG MANUSKRIP CERPEN:

Penanggung Tiga Butir Lada Hitam di Dalam Pusar karya Niduparas Erlang.  

 

NOMINATOR:  Bebegig karya Langit Amaravati

                     Kisah Kusut di Kereta karya Setiyo Bardono

                     Di Angkot Mas Gondo karya Ken Hanggara

 

Demikianlah berita acara ini yang dibuat atas kesepakatan dewan juri manuskrip CERPEN Siwa Nataraja 1 tahun 2015 yang dibuat tanpa ada proses surat menyurat karena itu keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Denpasar, 28 Juli 2015

 

Damhuri Muhammad

Cok Sawitri

Moch Satrio Welang

 

 

2.2 SIWA PUISI

 

 

Untuk kategori manuskrip puisi, tahapan yang dilalui oleh para peserta adalah sebagai berikut : 

1. Per 12 Januari 2014 Panitia Siwa Nataraja 1 menerima kiriman manuskrip melalui surat elektronik sebanyak 165 manuskrip puisi.

2. Dari 165 manuskrip kemudian diadakan penyeleksian oleh kurator Moch Satrio Welang yang menghasilkan 64 manuskrip puisi yang lolos menuju Ring 2 Siwa Nataraja. Penilaian berdasarkan pada kekuatan karya baik itu struktur puisi, kedalaman karya, pemilihan kata, kemurnian, sublimasi, dan pesan yang ingin disampaikan.

3. Panitia mengumumkan peserta yang lolos Ring 2 untuk mengirimkan manuskrip dalam bentuk hardcopy rangkap 4 untuk dewan juri Siwa Nataraja. Per 10 April 2015, dari 64 manuskrip yang lolos, panitia menerima kiriman 45 manuskrip dalam bentuk hardcopy, yang kemudian diserahkan kepada dewan juri manuskrip puisi.

4. Dewan Juri Manuskrip Puisi Siwa Nataraja 1 yang terdiri dari Joko Pinurbo, Warih Wisatsana dan Wayan Jengki Sunarta menentukan nominator dan pemenang manuskrip puisi.

 

2.2.1 CATATAN PENJURIAN MANUSKRIP PUISI

 

Salah satu tema yang tampak menonjol dalam manuskrip kumpulan puisi peserta lomba adalah pencarian jatidiri manusia di tengah gejolak perkembangan jaman. Tidak mengherankan jika diksi “pulang” dan “rumah”, misalnya, menjadi diksi-diksi kunci yang menjadi simpul atau benang merah yang menghubungkan satu puisi dengan lainnya. Renungan mengenai pergulatan mencari jatidiri itu bermuara antara lain pada sikap arif untuk tidak meninggalkan akar dan sumber-sumber spiritual yang membentuk pertumbuhan seorang pribadi di tengah lingkungan dan situasi jaman yang melingkupinya.

 

Renungan mengenai sangkan paraning perjalanan hidup manusia itu disampaikan dalam gaya pengungkapan yang tetap berbasiskan lirik, yang dimodifikasi dengan mendayagunakan unsur-unsur narasi. Modifikasi lirik ini kemudian diperkaya dengan menggali dan mengolah unsur-unsur budaya lokal yang menjadi habitat penyair dan di sana-sini ada juga usaha untuk menampilkan objek-objek yang diambil dari dunia urban sebagai sumber penciptaan. Pada sebagian karya kreatrivitas dalam memodifikasi lirik ini mampu menghasilkan kesegaran ungkapan yang membuat kita yakin bahwa lirik masih menyediakan banyak kemungkinan untuk dibuat lebih variatif. Yang terutama masih harus ditingkatkan dan disiasati dengan lebih sungguh-sungguh adalah (1) menciptakan efisiensi berbahasa tulis dan (2) menghindari ungkapan-ungkapan klise yang bukan penyair pun bisa membuatnya.

 

Jika Alusi ( Perjalanan Seratus Tahun ) dipilih sebagai yang terbaik, itu karena manuskrip ini mampu menyuguhkan refleksi dan kontemplasi mengenai pergulatan mencari jati diri dengan pengungkapan yang sublim, efisien, jernih, terang, dan tertata dengan baik atau koheren tanpa meninggalkan ketaksaan makna yang menjadi salah satu daya tarik puisi. Manuskrip ini di sana-sini juga mampu memberikan kejutan melalui perspektif atau cara pandang yang unik dan segar terhadap suatu objek atau peristiwa.  Satu hal lain yang patut dicatat dari manuskrip ini adalah kesungguhan penyairnya ini untuk berusaha menghindari susana klise dan monoton, baik melalui gaya pengungkapan maupun pilihan materinya.

 

Berikut ini daftar pemenang Manuskrip Puisi

 

PEMENANG MANUSKRIP PUISI :  Alusi ( Perjalanan Seratus Tahun) karya Alfian Fawzi

 

NOMINATOR :  Malagi karya Soetan Radjo Pamoentjak

                      Rumah, Sebuah Perjalanan Panjang untuk Pulang karya Willy E. Cahyadi

                      I Thought I Saw Your Face Today karya Marsten L. Tarigan

                      Babad Pohon karya Zen Ar

 

10 BESAR  : Akar Musim  karya Muchlis Darma Putra

                     Daun - Daun Malam karya Fahmi Diannafi Abdillah

                     Sebelum Menemu Rumahmu karya Ganjar Sudibyo

                     Buku Harian Kakek  karya Kurnia Hidayati

                     Lagu cinta yang Berantakan karya Willy E Cahyadi

 

Demikianlah berita acara ini yang dibuat atas kesepakatan dewan juri manuskrip PUISI Siwa Nataraja 1 tahun 2015 yang dibuat tanpa ada proses surat menyurat karena itu keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Yogyakarta – Denpasar, 28 Juli 2015

 

DEWAN JURI MANUSKRIP PUISI

Joko Pinurbo

Warih Wisatsana

Wayan Sunarta

 

 III. PENUTUP


Demikianlah BERITA ACARA pemenang manuskrip puisi dan cerpen Siwa Nataraja 1 yang dapat kami umumkan. Selamat kepada para pemenang, yang akan melanjutkan pada tahap selanjutnya yakni pembuatan buku Siwa Nataraja 1 tahun 2015 yang akan dihubungi oleh panitia. Melaju terus Sastra Indonesia!



Denpasar, 28 Juli 2015



Moch Satrio Welang

Ketua Teater Sastra Welang


Posted at 11:30 am by satrio_welang
Make a comment  

Wednesday, April 01, 2015
SIWA NATARAJA AWARDS 2 DIBUKA!

PENDAFTARAN SIWA NATARAJA 2 dibuka ! - ditutup 30 APRIL 2015, pengumpulan karya 10 November 2015 Teater Sastra Welang Bali, dalam upaya turut mendorong kecintaan menulis karya sastra Indonesia, membuka sayembara manuskrip sastra berupa puisi dan cerpen. Manuskrip cerpen berisi 7 karya cerpen yang bertema bebas Manuskrip puisi berisi 25 karya puisi yang bertema bebas Mohon dimaklumi bahwa proses Siwa Nataraja ini adalah proses panjang dengan rentang waktu program dirancang 2 tahun, yang dimulai dari sosialisasi program, persiapan karya, pematangan, penyeleksian, penjurian, hingga proses penerbitan buku. Dewan juri akan menentukan 10 besar masing - masing kategori, kemudian Lima Nominator dan kemudian pemenang masing - masing kategori. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa : Uang Tunai 750.000 Buku Tunggal dicetak 10 eksemplar Piala Siwa Nataraja Piagam Penghargaan Sepuluh dan Lima Nominator mendapatkan Buku Antologi Bersama Siwa Nataraja 1 eksemplar Piagam Penghargaan Plakat acara disamping dua buah buku tunggal pemenang tiap kategori, Siwa Nataraja juga meluncurkan buku antologi bersama siwa nataraja yang berisi gabungan dari 10 nominator Puisi dan 10 nominator Cerpen. Dalam menggerakkan program - programnya, Teater Sastra Welang Bali, secara independent artinya tidak bergantung pada instansi pemerintahan ataupun swasta. maka dari itu dimohon bantuan kepada para peserta untuk membeli satu buah buku terbitan Sastra Welang Pustaka atau album Musikalisasi Puisi produksi teater Sastra Welang. Harga Rp.50rb ( sudah termasuk ongkos pengiriman ) Tata Cara Pendaftaran Siwa Nataraja 2 : 1. Mengirim dana pembelian buku atau album musikalisasi puisi sebesar Rp. 50.000 ( sudah ongkos kirim ) ke rekening BCA 7680257579 a/n Moch Zaenal Efendi 2. Mengirim bukti transfer, biodata singkat, alamat pengiriman buku/album dan no hp ke email siwanataraja2@gmail.com 3. Mengkonfirmasi kepada panitia di nomer HP 081 238 10 1880. Buku atau Album segera dikirim. 4. Pendaftaran ditutup 30 APRIL 2015 ( namun akan DITUTUP sewaktu - waktu jika quota peserta telah terpenuhi ) 5. Peserta membagi informasi ini kepada 10 kawan lain, yang kira kira memerlukan informasi ini 6. Dewan Juri Siwa Nataraja 2 : Afrizal Malna, Oka Rusmini dan Moch Satrio Welang 7. Batas Pengiriman Manuskrip Puisi terdiri dari 25 karya atau Manuskrip Cerpen ( 7 karya) yakni 10 NOVEMBER 2015.( detail teknis manuskrip, spasi dll dikirim kepada peserta terdaftar. dikirim menyusul) 8. Peserta boleh mengirim manuskrip di kedua kategori baik puisi maupun cerpen. Peserta boleh mengirim lebih dari satu manuskrip. Demikianlah rilis ini kami buat, Terimakasih atas dukungan dan perhatian dan kami mohon maaf untuk tahun ini kepesertaan tahun ini dibuat terbatas. Maju terus Sastra Indonesia, lahirkan karya - karya berkualitas! Panitia Siwa Nataraja 2 siwanataraja2@gmail.com 081238101880 TSW - Bali

Posted at 05:12 am by satrio_welang
Make a comment  

Sunday, March 15, 2015
Karya Masuk Ring 2 - Siwa Nataraja 2015

BERIKUT INI KARYA LOLOS TAHAP AWAL ( RING 1 ) SIWA NATARAJA AWARDS 2015 : Kurator Moch Satrio Welang Kepada segenap peserta yang lolos Ring 1 baik kategori Cerpen maupun Puisi, silahkan mengirimkan hard copy naskahnya sejumlah 4 copy ( 3 untuk dewan juri dan 1 untuk dokumentasi panitia ) yang kemudian dikirimkan kepada Dewan Juri Siwa Nataraja 2015, demi mempermudah proses penjurian karya. 1. Batas Akhir Pengumpulan 4 draft hard copy yakni : 10 APRIL 2015, sehingga memungkinkan para peserta yang masih ingin melakukan pengeditan lagi dalam upaya penyempurnaan karya, sebelum dikirim kepada dewan juri. 2. Masih memungkinkan jika peserta ingin melakukan perombakan susunan karya,misalkan dengan memasukan karya baru, atau sebagian baru dll. 3. Mohon lembar biodata dibuat dalam lembar terpisah, agar menjaga objektifitas penjurian ( lembar biodata untuk dokumentasi panitia ). 4. Pengiriman Hardcopy dibubuhi Subyek : SIWA NATARAJA AWARDS 2015 kategori CERPEN / PUISI 5. Jumlah karya dalam Manuskrip yang dikirim dalam bentuk hardcopy, sebagai berikut : kategori PUISI : 15 karya puisi, Kategori Cerpen : 4 karya cerpen. ( diambil dari manuskrip ring 1, atau ingin menyertakan karya baru, dipersilahkan) 6. Pengiriman Hardcopy ditujukan kepada Panitia Siwa Nataraja Awards 2015 a/n Juliarsa Wisuda Jl. Ciung Wanara 1 No. 15 Renon - Denpasar Bali 80226 Hp : 081238101880 MANUSKRIP PUISI 1. Perjalanan Makna - Matroni Muserang 2. Montase - Sigit Herlambang 3. Sajak - Sajak Anwar Noeris - Anwar Noeris 4. Suatu Hari Sebelum Kematianku - Obi Samhudi 5. Almopia - Sus S Hardjono 6. Hebefrenia - Sus S Hardjono 7. Melati dan Kafan - Deny Pangga 8. Asta Tinggi - A Warits Rovi 9. Akar Musim - Muchlis Darma Putra 10. Tujuh Mata Kerang - Manusia Perahu Sudianto 11. Negeri Minyak - Gus Noy 12. Malagi - Soetan Radjo Pamoentjak 13. Lagu Ombak - Eddie MNS Soemanto 14. Kenyataan di Balik Pintu - Dedy Tri Riyadi 15. Rekonstruksi Rindu - Mahbub Junaedi 16. Rusuk Lam Alif - A Warits Rovi 17. Stanza - Alex R Nainggolan 18. Puisi Kehidupan - Refa Kris Dwi Samanta 19. Kelindan Merjan Tanah Persada - Budianto Sutrisno 20. Penganten Bulan - Imam Ekapuji Al-Ghazali 21. Abstrak - Shella Angelina Rimang 22. Pahlawan Bertopeng - Aji Ramadhan 23. Maaf Kedua - Okta 24. Kamu, Jarak dan Kenang - Intan Safitri Sejati 25. Perjalanan Seratus Tahun - Alfian Fawzi 26. Catatan Do'a Pada Secangkir Rindu - Noer Listanto Alfarizi 27. Labirin - Novy Noorhayati Syahfida 28. Benatia - En Kurliadi Nf 29. Panggilan Gamang - Isbedy Stiawan ZS 30. Di Ruang Tunggu Penjemputan- Isbedy Stiawan ZS 31. Obung - Faidi Rizal Alief 32. Kenangan Bersama Ibu - Dini Widya Herlinda 33. Musim - Musim yang Belum Kita Namai – Liyana Zahirah 34. Alzheimer - Rahmi Isriana 35. Lagu Cinta yang Berantakan - Willy E Cahyadi 36. Eksodus - Ken Hanggara 37. I Thought I Saw Your Face Today - Marsten L. Tarigan 38. Leaving Home Is Not Easy - Marsten L. Tarigan 39. Muncul Kapal Dari Balik Buku-buku - Marsten L. Tarigan 40. Pulanggeni - Catur Hari Mukti 41. Rumah, Sebuah Perjalanan Panjang untuk Pulang - Willy E. Cahyadi 42. Biara Keheningan_Sarah Monica 43. Ziarah Mawar Merah - Muhammad Rian Azzam Fakrullah 44. Ibarat Apel – Al- Fian Dippahatang 45. Malam Ini Bulan Hanya Separuh - Ratna Ning 46. Mafutnek- Sintus Runesi 47. Menulis Ingatan - Sule Subaweh 48. Peminta Malam – Kelvin 49. Tenggalung - Elvis Regen 50. Berteduh di Kaki Zaman_M. Roisul K 51.1001 Mimpi - Stebby Julionatan 52. Belantara Rindu - AB Gani 53. Bertamu Musim - Ekohm Abiyasa 54. Cinta yang Terjaga Sepanjang Malam - Heru Enche 55. Daun Daun Malam - Fahmi Diannafi Abdillah 56. Celana Kereta - Setiyo Bardono 57. Babad Pohon - Zen Ar 58. Menikam Senja - Slamet Riyadi Sabrawi 59. Sebelum Menemu Rumahmu - Ganjar Sudibyo 60. Buku Harian Kakek - Kurnia Hidayati 61. Perjalanan Kata - Salama Elmie 62. Perempuan yang Jarang Mandi - Wajah Pribumi 63. Lelaki Pencincang Kaki Perempuan - Desi Soneta 64. Surat Kecil - Ega Meliani MANUSKRIP CERPEN 1. Liyan - Jose Rizal 2. Dalam Doaku - Alex R Nainggolan 3. Di Angkot Mas Gondo - Ken Hanggara 4. Penanggung Tiga Butir Lada Hitam di Dalam Pusar - Niduparas Erlang 5. Dilarang Merokok di Pinggir Kali - Ken Hanggara 6. Karung Manusia - Osella Nurbing Asselayari​ 7. Gadis Bermata Biru - Osella Nurbing Asselayari​ 8. Kegaduhan di Negeri Surga - Jo Pakagula 9. Sang Putri Malam - Mas Dewantara 10. Bebegig - Langit Amaravati 11. Helah - Raedu Basha 12. Cerita - Cerita yang Tertinggal – Habiburrahman 13. Perihal Harap - Nico Pardamean 14. Usaha Penyair Memotong Bibir Pacarnya - Daruz Armedian 15. Di Perbatasan Tanah Bandungan_Faidi Rizal Alief 16. Kisah Kusut di Kereta - Setiyo Bardono 17. Lelo Ledung - Imam Solikhi 18. Dilangkahi – Uda Agus 19. Dara - Isbedy Stiawan ZS 20. Makam Bapak - Chaery Ma 21. Anak Siwalan - A. Warits Rovi 22. Perempuan Tulah - Aries Pidrawan 23. Escargot - Utep Sutiana 24. Cerita-cerita yang Memaksa Pembacanya untuk Beristirahat dari Kebahagiaan - Willy E Cahyadi 25. Parang- Catur Hari Mukti 26. Gizli Lelaki yang menahan Air Mata - Sule Subaweh Terimakasih partisipasi kawan - kawan pecinta Sastra Indonesia Salam Hormat, Panitia Siwa

Posted at 06:39 pm by satrio_welang
Make a comment  

Friday, August 15, 2014
SIWA NATARAJA LITERARY AWARDS 2015

SIWA NATARAJA LITERARY AWARDS 2015 ( PENDAFTARAN TELAH DITUTUP, QUOTA PESERTA PENUH ) Dalam upaya memajukan dunia sastra di Indonesia, Teater Sastra Welang - Bali meluncurkan program sastra terbaru SIWA NATAJARA AWARD 2015, sayembara manuskrip sastra se Indonesia untuk dibukukan tunggal. Sayembara terdiri dari dua kategori yakni penulisan puisi dan penulisan cerpen. Manuskrip Puisi terdiri dari 25 karya puisi dan Manuskrip Cerpen terdiri dari 7 karya cerpen. Tiap manuskrip diberi judul. Sayembara ini digelar secara Nasional dan akan ditentukan daftar panjang / long list ( 10 besar ), nominator ( 5 besar ) dan satu pemenang masing - masing kategori yang akan diterbitkan dalam buku tunggal. Juga dari pemenang daftar panjang (10 besar ) kedua kategori baik puisi maupun cerpen akan dihimpun dalam antologi bersama Siwa Nataraja. Siwa Nataraja Award 2015 adalah pengembangan dan penyempurnaan program sebelumnya yakni Sayembara Sastra Sawtaka Nayyotama. Di tahun ketiga penyelenggaraan Sawtaka Nayyotama berubah nama dan konsep menjadi Siwa Nataraja Awards 2015. Target dari program ini adalah menerbitkan karya - karya yang berkualitas, mampu memberi inspirasi , mengangkat nilai - nilai kemanusiaan dan mengembalikan fungsi sastra sebagai ajaran akan nilai kehidupan. Persyaratan Lomba : 1. Peserta : Umum se - Nusantara 2. Pendaftaran GRATIS. Peserta wajib melakukan sosialisasi program dengan mentag 100 kawan di Facebook dan dibuktikan dengan mentag akun FB panitia yakni SIWA NATARAJA. Peserta yang sudah melakukan sosialisasi program akan terdaftar dalam kepesertaan Siwa Nataraja Awards 2015. Batas akhir sosialisasi program yakni 30 OKTOBER 2014. 3. Tema Puisi dan Cerpen : Bebas 4. Naskah belum pernah dibukukan tunggal. Naskah yang sudah pernah dipublikasikan dalam antologi bersama, di koran, maupun jejaring sosial diperbolehkan mendaftar. Naskah wajib karya sendiri, bukan karya orang lain, contekan , saduran. 5. Tiap peserta boleh mengikuti kedua kategori sayembara, dan boleh mengirim lebih dari satu manuskrip. Manuskrip Puisi terdiri dari 25 puisi. Manuskrip Cerpen terdiri dari 7 cerpen. Tiap Manuskrip diberi judul. Manuskrip dihimpun dalam satu file words, dan dikirim beserta biodata dan photo paling lambat 1 JANUARI 2015. 6. Alamat email pengiriman karya : siwanataraja2015@gmail.com 7. Panjang tiap Puisi maksimal 3 halaman A4, spasi 1,5, dengan huruf Times New Roman ukuran 12. Dibutuhkan 25 puisi dalam satu manuskrip 8. Tiap Cerpen terdiri dari 3-10 halaman A4, spasi 1,5, dengan huruf Times New Roman dengan ukuran 12. Dibutuhkan 7 cerpen dalam satu manuskrip 9. Hadiah ( masing - masing kategori Puisi dan Cerpen ) Pemenang Kategori Cerpen dan Puisi : Piala Siwa Nataraja Awards Piagam Penghargaan Uang Tunai Rp. 750.000 Buku Tunggal sebanyak 10 eks Antologi Bersama Siwa Nataraja sebanyak 1 eks Plakat Acara Buku Sastra Peraih Nominator ( 5 Besar) dan Daftar Panjang (10 Besar) : Piagam Penghargaan Antologi Bersama Siwa Nataraja sebanyak 1 eks Plakat Acara Buku Sastra 10. Dewan Juri Siwa Nataraja Awards 2015 Kategori Cerpen : Linda Christanty, Cok Sawitri dan Moch Satrio Welang Kategori Puisi : Joko Pinurbo, Warih Wisatsana dan Wayan Sunarta Buku Pemenang Cerpen dan Puisi , juga Antologi Bersama Siwa Nataraja Awards 2015 diterbitkan pada tahun 2016. Pemenang baik untuk kategori Puisi maupun Cerpen akan mendapat penambahan waktu selama 4 bulan untuk menambah karya, untuk kategori cerpen maksimal 12 cerpen dan untuk kategori puisi maksimal 50 Puisi untuk dibukukan tunggal. 11. Para pemenang diumumkan pada bulan Mei 2015 di web : www.baliartetalase.blogdrive.com FB Siwa Nataraja dan di group FB : FORTES BALI ( FORUM TEATER DAN SASTRA ) 12. Info lebih lanjut, hubungi Panitia Siwa Nataraja 2015 di email siwanataraja2015@gmail.com

Posted at 07:45 pm by satrio_welang
Comments (2)  

Next Page